Login

POLITEKNIK ATMI

Competentia . Conscientia . Compassio

Artikel

Politeknik ATMI Surakarta

atmi

11 Juli 2011 merupakan langkah awal bagi perkembangan ATMI, khususnya di bidang edukasi-akademis. Pada tanggal tersebut, ATMI yang sebelumnya adalah sebuah Akademi, resmi berubah menjadi Politeknik. Dari Akademi Teknik Mesin Industri Surakarta menjadi Politeknik ATMI Surakarta. Mungkin bagi sebagian orang, istilah Akademi dan Politeknik masih terlalu “kabur” artinya, maka baiklah bila kita mengerti dulu arti harafiah dari kata Akademi dan Politeknik itu sendiri.

Akademi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti: n 1 lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yg mendidik tenaga profesional; 2 perkumpulan orang terkenal yg dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa. Sedangkan kata Politeknik mempunyai arti hal-hal yang bersangkutan dengan pengajaran keterampilan dan ilmu-ilmu terapan. Dalam situs Wikipedia.org kata Politeknik berarti perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah pengetahuan khusus. Dilihat dari arti katanya, Politeknik dan juga Akademi merupakan suatu lembaga yang menaungi sistem di dalamnya. Bedanya ialah pada Akademi biasanya hanya mengkhususkan pendidikan pada 1 (satu) program studi, sebaliknya Politeknik justru mempunyai lebih dari satu program studi (yang idealnya tiap program studi memiliki keterkaitan satu sama lain) di dalamnya.

ATMI sendiri sebenarnya sudah bisa dikatakan sebagai sebuah Politeknik ketika terbentuknya program studi baru pada tahun 2005 disamping Teknik Mesin Industri (TMI), yaitu Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin (TPM) dan Teknik Mekatronika (TMK). Namun status lembaga tersebut akhirnya baru bisa didapatkan pada tahun 2011, karena memang pihak akademis harus mengurus beberapa hal sebagai syarat pengajuan pengubahan status lembaga dari Akademi ke Politeknik. “Tujuan dari perubahan ini ialah agar nantinya ATMI menjadi lebih general, lebih umum.”, jelas Yudha Samodra, selaku Pembantu Umum Direktur (Pudir) bidang Akademik. Dijelaskannya lagi bahwa maksud dari umum ialah dimana nantinya lulusan Politeknik ATMI Surakarta bisa tersebar ke bidang yang lebih luas, bukan hanya pada satu disiplin ilmu saja. Meskipun secara bentuk lembaga sudah berubah, namun sistem perkuliahan tidak mengalami perubahan,seperti tetap memakai sistem 67%-33% untuk persentase kuliah praktek dan teori dan menggunakan sistem Gugur Tingkat (DO). Dan yang lebih dikembangkan ialah pendekatan operasional Production Based for Education and Training (PBET), dimana semua kompetensi dari mahasiswa akan diukur dan mengacu pada tuntutan dunia industri dan pasar.

Dan rencana perubahan menjadi Politeknik ini bukanlah hal spontan, melainkan sudah ada dalam peta perjalanan (Road Map) yang dirancang pada tahun 2000 sampai dengan nantinya tahun 2020. Seperti yang dituliskan Romo Andreas Sugijopranoto (Direktur Politeknik ATMI Surakarta) pada pengantar buku Pedoman Akademik Politeknik ATMI Surakarta, “Proses pendidikan bukanlah suatu yang statis, tetapi suatu proses yang dinamis dan selalu berkembang sesuai dengan jamannya.”. Begitu pula ATMI masih akan terus berkembang. Perkembangan tersebut akan segera dipersiapkan dan dilaksanakan. Rencana perkembangan tersebut melingkupi:

-akan adanya pengajuan akreditasi bagi ATMI,

-nantinya lulusan Politeknik ATMI Surakarta bukan lagi bergelar Ahli Madya (D3), melainkan Sarjana Terapan (S1(T)),

-dibentuknya program studi baru yaitu program studi Teknologi Plastik.

 

Kita sebagai insan akademik turut memegang peranan penting untuk terlaksananya cita-cita ATMI ini nantinya. Bagi mahasiswa, hal itu dapat dilakukan dengan makin konsisten menghidupi 3C (Competencia, Conscientia dan Compassio), serta dengan makin mengembangkan unsur 6K (Keadilan, Komunitas, Keutuhan Moral, Keluwesan, Keunggulan, Kenyamanan Kerja). Dengan adanya kerjasama yang baik antar anggotanya, bisa dipastikan nantinya akan tercipta Politeknik ATMI Surakarta yang makin kokoh dan siap terus memenuhi kebutuhan dunia industri akan pribadi yang cakap dan juga beretika.

 

Sumber:

-www.wikipedia.org

-Kamus Besar Bahasa Indonesia

-Pedoman Akademik Politeknik ATMI Surakarta

-Presentasi Paradigma Pendidikan Politeknik ATMI Surakarta oleh Yudha Samodra

-sumber lisan

 

-Kris, Animus-