Login

POLITEKNIK ATMI

Competentia . Conscientia . Compassio

Artikel

Profile

Introduction

AndreasSJPara pembaca,
Selamat datang di website Politeknik ATMI Surakarta.

Terima kasih atas waktu yang Anda luangkan untuk membuka website Politeknik ATMI Surakarta.
Politeknik ATMI Surakarta adalah institusi pendidikan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi (kejuruan). Semenjak tahun 1968 ATMI yang menjadi bagian dari Kolese Mikael dan dikelola oleh Serikat Jesus Provinsi Indonesia, telah menghasilkan banyak alumni yang menduduki jabatan penting dalam dunia industri dan yang memiliki industri sendiri. Para alumni Politeknik ATMI-Kolese Mikael tidak hanya diakui kehebatannya dalam ketrampilan teknis mereka, tetapi juga disegani karena sikap, moralitas, dan integritas dalam cara bertindak mereka sehari-hari.

Sistem pendidikan kejuruan yang baik di Polilteknik ATMI Surakarta telah lama diakui oleh pemerintah, dunia industri, maupuan masyarakat luas.

Website Politeknik ATMI Surakarta yang Anda kunjungi ini dibuat terutama sebagai sarana komunikasi Politeknik ATMI Surakarta dengan para pelanggan dan komunikasi antar warga Politeknik ATMI Surakarta. Ada tiga hal yang dapat Anda dapatkan dalam website ini:

  • pertama pengenalan tentang Politeknik ATMI Surakarta sebagai sebuah perguruan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi
  • kedua tentang Politeknik ATMI Surakarta sebagai sebuah industri yang menghasilkan berbagai macam barang dan jasa
  • Dan yang ketiga tentang kegiatan mahasiswa-mahasiswi Politeknik ATMI Surakarta.

Di samping tiga hal utama tersebut, Anda masih dapat memperoleh informasi tentang proyek yang dijalankan Politeknik ATMI Surakarta, tentang Serikat Jesus sebagai pemilik Politeknik ATMI Surakarta, menyaksikan video Politeknik ATMI, dan mendownload berbagai macam brosur, dlsb. Dengan memberikan informasi kepada Anda semua, kami mengharapkan Anda yang ingin mengenal Politeknik ATMI Surakarta akan memperoleh informasi yang cukup.

Kami akan terus berusaha untuk membuat website ini up to date sehingga Anda, para pembaca, mendapatkan data yang akurat tentang Politeknik ATMI Surakarta, dan segenap anggota civitas academica Politeknik ATMI dapat mengakses data. 

Ir. Andreas Sugijopranoto SJ, S.S., M.Sc

Direktur

ATMI in Brief

Politeknik ATMI Surakarta adalah institusi pendidikan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi di bidang manufaktur (mesin industri) di Indonesia yang mengadopsi model pendidikan dual system dari Jerman dan Swiss. Politeknik ATMI Surakarta berdiri pertama kali pada tahun 1968 dengan nama ATMI (Akademi Tehnik Mesin Industri) dan sejak berdiri telah menggunakan sistem pendidikan yang berbasis produksi atau PBET (Production Based Education and Training). Lulusan Politeknik ATMI Surakarta selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri karena pendidikan di Politeknik ATMI Surakarta membekali mahasiswa menjadi ahli madya yang trampil dan berkarakter.

Politeknik ATMI adalah institusi pendidikan setingkat universitas di Indonesia yang pertama kali mendapat sertifikat penjaminan mutu ISO dalam bidang edukasi dan produksi. Penjaminan mutu ISO 9001:2000 ini didapatkan sejak 21 September 2001 dan penerapannya selalu diaudit setiap tahunnya hingga sekarang. Pembaharuan standard ke ISO 9001:2008 telah dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2010 dengan nomor sertifikat 01 100 075858 dan 01 100 075859.

karangasemPoliteknik ATMI kampus I, Karangasem

“Competentia, Conscientia, Compassio”
Tiga kata; Competentia (keunggulan yang tercermin dalam sikap disiplin tinggi, ketelitian dan konsistensi pada kualitas), Conscientia (tanggung jawab moral) dan Compassio (cinta kasih dan kepedulian); itulah yang mampu menggambarkan Politeknik ATMI secara umum. Tiga kata yang menjadi penggambaran visi-misi Politeknik ATMI dalam belajar, bekerja dan berkomunitas.

Politeknik ATMI memiliki 3 program studi, yakni: Teknik Mesin Industri, Teknik Mekatronika, serta Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin. Selain berfokus pada pendidikan dan produksi, Politeknik ATMI juga aktif dalam pelatihan/ training, menjadi konsultan politeknik dan program-program lain seperti I-Cell (Business Incubator), Bizdec (consultancy), Solo Techno Park (teaching factory, training center), dll. Cita-cita Politeknik ATMI adalah menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur terdepan di Indonesia dan memiliki pengaruh secara nasional maupun internasional.
Saat ini Politeknik ATMI menjadi institusi pendidikan tinggi yang mempunyai pengaruh cukup besar pada pengembangan pendidikan professional di Indonesia, khususnya di bidang teknik dengan menggunakan metode Production Based Education and Training.

Visi-Misi

Visi dasar Politeknik ATMI Surakarta adalah membangun masyarakat industri yang adil dan makmur, hormat akan martabat manusia dan bertanggungjawab atas keseimbangan lingkungan hidup melalui pendidikan.

Misi Politeknik ATMI Surakarta adalah mendidik kaum muda menjadi tenaga profesional yang memiliki kemampuan teknik dan tanggung jawab moral - sosial yang dirumuskan dalam trilogy (3C) : competentia, conscientia, compassio.

Competentia (keunggulan yang tercermin dalam sikap disiplin tinggi, ketelitian dan konsistensi pada kualitas),  
Conscientia (tanggung jawab moral),  
Compassio (cinta kasih dan kepedulian).

-tiga-rodaPatung tiga lingkaran di Politeknik ATMI yang kerap diartikan sebagai lambang 3C

Masyarakat industri yang adil dan sejahtera memuat tuntuntan profesionalitas demi kemajuan. Hanya dengan profesionalitas tinggi, sebuah kemajuan itu bisa diukur dan berkesinambungan. Profesionalitas tidak hanya menyangkut kemampuan dan ketrampilan unggul yang sesuai dengan tuntutan industri, namun juga sikap-sikap kerja yang mencerminkan mutu seorang pribadi seperti mampu kerja sama, mampu berkomunikasi dengan baik, ketekunan, dsb.
Hormat akan martabat manusia menjadi acuan dari pilihan-pilihan strategis teknologi yang dikembangkan di Politeknik ATMI. Kemajuan dan inovasi teknologi diarahkan untuk peningkatan kualitas hidup manusia secara menyeluruh. Proses produksi didesain untuk menciptakan peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat banyak.
Tanggungjawab akan keseimbangan lingkungan hidup merupakan kesadaran akan eratnya hubungan manusia dengan alam ciptaan. Teknologi bisa dipergunakan sebagai alat penghancur dan eksploitasi besar-besaran bumi kita yang pada akhirnya akan menghancurkan manusia itu sendiri. Teknologi bisa juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup yang berakibat pada keharmonisan.
Politeknik ATMI Surakarta sedang membangun diri sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi manufaktur yang terdepan di Indonesia, yang mempunyai pengaruh di tingkat nasional maupun internasional.

Lambang

Politeknik ATMI Surakarta memiliki lambang dan bendera sebagai semangat dasar dalam mewujudkan visi dan misi. Lambang Politeknik ATMI Surakarta terdiri dari :

  1. seuntai padi di sebelah kiri, seuntai kapas di sebelah kanan
  2. sebuah buku dengan gambar tiga roda dan tangan kanan memegang sebuah jangka sorong
  3. setengah roda gigi dan setengah bola dunia sehingga membentuk sebuah lingkaran
  4. tulisan ATMI dan angka 1968

    profile_lambangpoliteknik

    Lambang itu memiliki arti sebagai berikut:       

    1. Lambang Politeknik ATMI Surakarta yang terbuka, tanpa border lingkaran yang menutupi mengartikan keterbukaan Politeknik ATMI pada kemajuan, perkembangan ke yang lebih baik, dan keterbukaan untuk bersama-sama membangun dunia.
    2. Roda gigi dengan jumlah gigi yang ditampilkan 6 buah gigi sebagai perlambang 6K; Kenyamanan Kerja, Keutuhan (integritas) Moral, Kerjasama (komunitas), Keadilan, Keluwesan dan Keunggulan.
    3. Bola dunia yang lebih dinamis sebagai perlambang perkembangan dan pergerakan ke arah yang lebih baik/ tidak diam (statis) di tempat.
    4. Setengah bola dunia dan setengah roda gigi, sebagai perlambang: Politeknik ATMI Surakarta turut serta bersama-sama sebagai penggerak (roda gigi) dalam perkembangan, pergerakan dan kemajuan dunia (bola dunia). Selain sebagai penggerak dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, juga sebagai penggerak dalam kepedulian lingkungan dan kecintaan terhadap alam.
    5. Tangan kanan memegang jangka sorong/ caliper, yang berfungsi sebagai alat ukur, adalah lambang kerja yang presisi. Buku adalah lambang pendidikan, sumber ilmu dan teknologi.
    6. Buku yang dirangkai bersama tangan dan jangka sorong mempunyai makna bahwa pendidikan di Politeknik ATMI Surakarta terdiri dari teori dan praktek. Dapat juga berarti perpaduan edukasi dan produksi, Production Based Education Training (PBET).
    7. 3C sebagai inti visi dan misi Politeknik ATMI ditampilkan dalam bentuk tiga roda di dalam buku sebagai perlambang 3C.
    8. 29 bulir padi dan 9 bunga kapas menandakan hari Santo Mikael sebagai pelindung Politeknik ATMI, 29 September. Padi dan Kapas sebagai perlambang kemakmuran; cukup pangan dan cukup sandang. Warna hijau menjadi penguat bahwa Politeknik ATMI selalu akan berperan dalam semangat kepedulian lingkungan.
    9. 1968 sebagai pengingat akan sejarah berdirinya Politeknik ATMI Surakarta dan sebagai penguat langkah ATMI selanjutnya, bahwa apa yang telah dibangun selama ini tidaklah hal yang sia-sia.

    Keseluruhan lambang ATMI mengandung pengertian bahwa : ATMI Surakarta bercita-cita mendidik tenaga teknik yang dapat memajukan dunia, yang pada akhirnya mampu membawa/ mewujudkan kesejahteraan dunia melalui pendidikan yang intensif baik teori maupun praktek.

    profile_benderapoliteknik

    Bendera Politeknik ATMI Surakarta berwarna biru keabu-abuan dengan lambang Politeknik ATMI Surakarta di tengahnya dengan warna putih, hijau dan biru.

    Mars

    Politeknik ATMI Surakarta

    Lagu oleh: A.M. Bambang Christanto dan Nurlita

     

    Derap langkah maju kami putra Indonesia

    Penuh cita-cita, semangat jiwa muda

    Satu kami tuju pribadi yang mulia

    Terampil dan berguna 'tuk Nusa - Bangsa

    ATMI penunjang citaku, bekal masa depanku

    Politeknik ATMI Surakarta, terlukis namamu di kalbu

    ATMI prasarana pembangunan Indonesia

    Baktiku pertiwi jaya s'lamanya

     

    Foundation

    Politeknik ATMI Surakarta berdiri pada tahun 1968 di bawah naungan Yayasan Karya Bakti Surakarta dengan nama ATMI (Akademi Tehnik Mesin Industri). Yayasan Karya Bakti Surakarta sebagai badan hukum didirikan dengan Akta Notaris Nomor 44 Tanggal 21 Mei 1964. Pimpinan Yayasan saat itu adalah Pater Gerard Chetelat yang mendapat dukungan dari Pater F.A. Plattner, pimpinan Yayasan Franz-Xaver di Swiss. Yayasan Franz-Xaver dan Pemerintah Swiss memiliki andil besar dalam membantu keuangan awal ATMI. ATMI menerima bantuan mesin-mesin perkakas dari organisasi-organisasi sosial dari Swiss dan Jerman. 

    Saat ini Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta adalah Rm. BB Triatmoko, SJ. Di bawah Yayasan ini bernaung juga SMK Katolik St Mikael yang berada di lokasi yang sama. Yayasan Karya Bakti mengelola Politeknik ATMI dan SMK Katolik St Mikael untuk bersama-sama memberikan sumbangan nyata kepada kemajuan industri dan pembangunan di Indonesia, melalui pengembangan Sumber Daya Manusia.

    atmi_in_brieff_jadiPoliteknik ATMI Surakarta bersama SMK Katolik St. Mikael dalam satu naungan Kolese Mikael

    Keterkaitan dengan dunia industri dan dunia usaha sangat besar dalam bentuk jasa industri dan penggunaan lulusannya. Di awal, Politeknik ATMI hanya mampu menerima 25 mahasiswa per tahun (karena persyaratan sarana praktik yang sangat mahal). Kini Politeknik ATMI berkembang dan mampu menerima 180 mahasiswa per tahun. Cakupannya makin luas, mengenai produk-produknya, jasa pelayanan industrinya, dan tersebarnya para lulusan.

    77-simonyet-focus-jadiPraktik Mahasiswa di awal-awal berdirinya ATMI

    Milestone

    Perjalanan Politeknik ATMI Surakarta

    Tahap Pendirian (1964-1975)

    • 1964 :Yayasan Karya Bakti Surakarta didaftarkan dan disahkan notaris sebagai badan hukum ATMI
    • 1967 : Pembangunan kampus ATMI di Karangasem Surakarta mulai dilaksanakan berkat bantuan dari pemerintah Swiss dan beberapa organisasi social dari Swiss dan Jerman.
    • 1968 : Proses belajar mengajar dimulai pada Januari 1968 dengan 25 mahasiswa. Bengkel praktik mulai dijalankan dengan beberapa mesin, seperti: Simonet DC-102, Celtic ndc14, Aciera, dll.
    • 1969 : Mr. W. Frick, instructor dari Swiss mulai berkarya di ATMI
    • 1970 : Mr. Ruegg, instructor kedua dari Swiss datang ke ATMI. Lulusan dari angkatan pertama diwisuda Bp. Mashuri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang berkunjung ke ATMI pada tanggal 12 Agustus 1970. Pater P. Amman SJ menggantikan Pater G Chetelat SJ sebagai direktur ATMI.
    • 1972 : Pergantian direktur dari Pater P Amman SJ ke Pater J. Casutt SJ. Pater Almering, SJ diangkat menjadi wakil direktur. ATMI mulai memasarkan produksinya.1972 : Penambahan beberapa mesin baru seperti: Celtic 14, Gallic DG16, Mannaioni, Aciera F4, dll.

    pater2lama

    • 1973 : Mr. Balken, duta besar Jerman Barat berkunjung ke ATMI pada tanggal 29 Januari 1973. Bantuan dana dari Swiss dan Jerman berakhir.1974 : Bengkel Las dan Sheet Metal sebagai unit produksi mulai dibangun. Beberapa mesin baru didatangkan.
    • 1975 : Bengkel produksi sheet metal mulai beroperasi. ATMI mulai mandiri dalam pendanaan.

    sheet_metal_awalBengkel Sheet Metal di awal berdirinya

    Tahap Pengembangan (1976-1994)

    • 1976 : ATMI mengirim instruktornya belajar di Jerman dan Swiss untuk pertama kali. Sejak itu, setiap tahun ATMI selalu mengirim instruktornya untuk belajar di luar negeri.
    • 1979 : Mr. W. Frick mengakhiri karyanya di ATMI. ATMI betul-betul mandiri dalam manajemen dan tenaga instruktor. Mulai saat itu, setiap tahun ATMI selalu mendatangkan mesin-mesin baru untuk memperkuat unit produksi.
    • 1989 : ATMI merintis pendidikan spesialisasi di bidang Tool and Mold Making. Local Area Network (LAN) dibangun untuk mendukung kelancaran operasinya.
    • 1993 : Kapasitas mahasiswa dinaikkan menjadi 108 orang. ATMI merayakan ulang tahun yang ke-25 dengan reuni akbar.
    • 1994 : Pembentukan unit-unit kerja baru seperti: plastic injection, CAD/CAM training center, dll.

    Tahap Pertama Vision 2020 (2000-2010)

    • 2000 : Pater B.B. Triatmoko, SJ menggantikan Pater J. Casutt, SJ sebagai direktur ATMI.
    • 2001 : 
      • ATMI menerima sertifikat ISO 9001:2000 dari Badan Sertifikasi TÜV Rheinland Jerman sebagai pengakuan atas keberhasilan penerapan system manajemen mutu menurut standar internasional di bidang produksi dan pendidikan.
      • Proyek pengumpulan dana untuk pembangunan ATMI Jakarta dimulai. ATMI Jakarta diarahkan untuk berada di pusat industri Jababeka, Cikarang. Keberadaan di Jakarta dibutuhkan untuk bisa secara dekat mengikuti perkembangan industri dan sekaligus menyediakan sarana prasarana pelatihan manufaktur berkualitas tinggi bagi para pekerja di Jakarta. Pater J. Casutt, SJ pindah ke Jakarta untuk memimpin proyek pencarian, pembangunan dan pengadaan mesin.
    • 2002 : Pembangunan kampus Intercamp (International Campus) untuk Program Studi Mekatronika dan Perancangan.
    • 2003 :
      • ATMI memulai era teknologi fine-stamping. PT. ATMI-IGI Center dikembangkan sebagai unit bisnis strategis pertama milik ATMI yang dikelola secara bisnis murni.
      • SCTC (Surakarta Competency and Technology Center), yang merupakan kerjasama formal pertama antara ATMI dan Pemerintah kota Surakarta, didirikan sebagai pusat pengembangan uji kompetensi di bidang manufaktur. SCTC berkembang sebagai tempat pelatihan para guru SMK. Program-program pelatihan sosial untuk para pemuda penganggur yang diadakan SCTC mampu secara nyata membantu pengentasan pengangguran di kota Surakarta dan sekitarnya.
      • Peringatan 40 tahun Kolese Mikael dirayakan dengan reuni alumni STM Mikael dan ATMI. Dibentuklah wadah baru ikatan alumni Kolesi Mikael atau IKAMI (Ikatan Keluarga Alumni Kolese Mikael). Di dalam perayaan reuni tersebut dibentuklah PT. ALMIK sebagai usaha bisnis perdagangan bersama ATMI dan alumninya.
    • 2004 : 
      • Jurusan Mekatronika dan Teknik Perancangan Mesin mulai dibuka untuk mahasiswa baru.
      • 26 Desember 2004 gempa bumi dasyat menghantam laut daerah Sumatera dan menimbulkan tsunami yang menerjang Aceh, menelan ratusan ribu korban jiwa. ATMI dengan cepat menciptakan rumah tahan gempa yang dinamakan Smart Modula untuk para korban tsunami. ATMI membangun ratusan rumah dan sekolah yang tersebar di seluruh Provinsi Aceh.
    • 2005 : ATMI Cikarang diresmikan oleh Bapak Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ. ATMI Solo mulai untuk pertama kalinya menerima mahasiswi.
    • 2006 : ATMI mengajukan konsep pengembangan Solo Techno Park kepada Pemerintah Kota Surakarta sebagai kelanjutan dari program-program pelatihan SCTC yang berhasil baik.
    • 2007 : Mesin CNC Edu-Mill dan Edu-Lathe sebagai mesin CNC pertama dari Indonesia berhasil diproduksi dan dipasarkan ke SMK-SMK melalui program revitalisasi SMK. ATMI memasuki babak baru sebagai MTB (Machine Tool Builder). Pada tahun ini pula pembangunan Solo Tehcno Park dimulai. Menteri Kesehatan, Ibu Siti Fadillah Supari mengunjungi produksi alat-alat kesehatan ATMI. Bapak Menteri Tenaga Kerja, Bp. Erman Suparno juga mengunjungi tempat pelatihan di SCTC dan ATMI.
    • 2008 : Bulan April 2008, bapak Menteri Pendidikan Nasional, Bp. Bambang Sudibyo mengunjungi ATMI dan terkesan dengan  sistem pendidikan berbasis produksi serta professionalitas kemampuan produksi ATMI.  Pada tahun ini pula ATMI merayakan lustrum ke-8 atau 40 tahun berdirinya ATMI.
    • 2009 : Pater Andreas Sugijopranoto SJ menggantikan Pater BB Triatmoko SJ. Selanjutnya, Pater BB Triatmoko SJ berkarya sebagai Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta.
    • 2010 : ATMI memulai pola pelatihan enterpreneurship  dengan menjalankan Program Business Incubator melalui program I-Cell. Program ini mendapatkan penghargaan secara nasional di awal tahun berdirinya

    Tahap Kedua Vision 2020 (2011-2020)

    •   2011 :
      • ATMI mendapat kunjungan dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu
      • ATMI mendapat kunjungan dari Kementrian Kerjasama Jerman untuk melihat penerapan Program Kerjasama Indonesia - Jerman
      • ATMI semakin mempertegas komitmennya untuk memberikan sumbangan nyata kepada bangsa Indonesia dengan bekerjasama strategis dengan Kementrian Perindustrian, Kemenakertrans, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementrian Pertanian dan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal
      • ATMI berganti nama menjadi Politeknik ATMI Surakarta.

    PBET

    Politeknik ATMI Surakarta menggunakan sistem pendidikan yang dinamakan dengan PBET. PBET adalah kependekan dari Production Based Education and Training. Mahasiswa dididik dengan berbasis pada kegiatan produksi sehingga mahasiswa dapat benar-benar mengenal, mengalami dan memahami dunia kerja khususnya dunia Industri. Dan mahasiswa yang seperti itulah yang diminati dan dibutuhkan para pelaku Industri. Secara detail, kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Politeknik ATMI melalui sistem pendidikan PBET adalah:

    1. Mampu mengerjakan proses manufaktur mekanik, mempunyai pengetahuan proses manufaktur di bidang mekanik, peralatan perkakas presisi, membuat rancangan komponen dan unit mesin, secara manual, maupun dengan bantuan CAD dan CAM.
    2. Memiliki keahlian praktis dan teoretis di bidang teknik manufaktur berpedoman pada Mutu (Quality) ketepatan penyelesaian serta penyerahan (Delivery).
    3. Memahami etika profesi dan makna kerjasama serta memahami nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja.
    4. Mengetahui prinsip-prinsip kewirausahaan, siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi, beriman, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mandiri mempunyai rasa tanggungjawab.
    5. Memiliki jiwa kepemimpinan yang jujur, ketrampilan berkomunikasi dan bertanggungjawab  Dengan berbasis pada produksi, pendidikan di Politeknik ATMI mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan industri.

    Para lulusan Polilteknik ATMI yang nantinya bekerja di industri tidak hanya dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan teoretis saja, tapi lebih ke pengetahuan-pengetahuan praktis. Hal ini diaplikasikan pada pendidikan Politeknik ATMI dengan 33% teori dan 67% praktek. Proses praktik dilakukan di bengkel/ workshop, proses teori dilakukan di ruang kelas.

    banner_PBET2

    Pendidikan yang berbasis pada produksi ini memberi nilai/ value lebih karena produksi yang terjadi tidak hanya menjadi support pengetahuan untuk mahasiswa tetapi juga menjadi support finansial untuk biaya perkuliahan. Kuliah praktik yang ada di Politeknik ATMI tidak hanya praktik di lab untuk prototype tapi berupa praktik secara intensif dan menghasilkan produk-produk yang langsung berhubungan dengan dunia industri. Dengan kata lain, barang-barang produksi yang dikerjakan mahasiswa adalah barang-barang yang dipesan oleh customer dan memiliki nilai jual.

    PBET juga diaplikasikan di tiap tingkat pendidikan Politeknik ATMI. Pada tingkat 1 ditekankan akan Sense of Quality. Di tingkat 2 ditekankan Sense of Efficiency. Dan di tingkat 3 ditekankan Sense of Creativity and Innovation. PBET juga membuat Politeknik ATMI melakukan evaluasi dan inovasi setiap tahunnya sesuai dengan perkembangan dunia industri sehingga lulusannya tetap menjadi pilihan pertama para pelaku Industri dan bahkan menjadi orang pertama di dunia Industri.

    Testimoni

    jacobs_f_edit

    Jacobs Foundation, adalah salah satu lembaga yang memberi penghargaan (award) pada orang-orang yang berjasa pada pengembangan anak dan orang muda (honouring groundbreaking achievements in child and youth development). Pater J. Cassut SJ mendapatkan penghargaan Best Practice Award for Productive Youth Development atas keberhasilannya mengadopsi bentuk pendidikan kejuruan dan training Swiss di Indonesia.

    Dikutip dari websitenya, "ATMI graduates are highly sought after, and 60 percent of them start up their own business once they have completed their training. With the ATMI Polytechnic and other vocational training projects, Father Johann Casutt created a model not only for Indonesia but also for other regions in development. A model that with the combination of technical know-how, moral responsibility and social commitment at the workplace promotes the development both of the individual and of the local community over the long term." 

     

    BB-MOKO

    Pater BB Triatmoko SJ - Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta

    "Kita memiliki demikian banyak expert, alumni ATMI menduduki berbagai posisi, baik sebagai pemilik perusahaan maupun meniti karier di berbagai perusahaan, mulai dari operator sampai sebagai presiden direktur dan komisaris. Semua ini merupakan kekayaan yang kita miliki."

    j-casutt

    Pater J Casutt SJ - Direktur ATMI tahun 1972-2000

    "Kami menawarkan dan menjual produk-produk, tetapi harga kami mahal. Para pengusaha kemudian mencari produk yang lebih murah bukan dari sekolah kami. Tapi ternyata produk tersebut kurang baik dan bahkan tidak dapat dipakai. Dengan demikian, para pengusaha datang kembali dan tetap berlangganan pada ATMI yang mempertahankan mutu produk yang baik."

    Sri-Martono

    Sri Martono, FX - Vice President, Chief, Corporate Organization & Human Capital Development PT Astra International Tbk

    "Kemajuan yang dicapai ATMI bukan hanya dari segi fisik tetapi juga semangat ATMI masih sama seperti dulu, semangat man for others. Lulusan ATMI yang bekerja di ASTRA rata-rata berhasil. Ketika mereka mengerjakan tugas mereka juga mau mengerjakan ekstra, doing extra mile, willingness to do more."

    sanjaya

    Aluinanto Sanjaya - Presiden Direktur PT. Gerbang Sarana Baja

    "Yang saya dapatkan pada pendidikan di ATMI adalah basic ilmu teknik, dimana saya melihat bahwa alumni ATMI dapat bekerja pada berbagai jenis industri."

    Kuncoro-Wibowo

     

    Kuncoro Wibowo - CEO Group Kawan Lama

    "Melihat kualitas hasil pendidikan di ATMI, tidak ada orang yang menyangsikan bahwa para lulusan itu diperlukan oleh dunia industri. Prestasi dan keberhasilan lulusan ATMI di dunia nyata, benar-benar bisa diandalkan. Amat besar sumbangsih ATMI pada dunia industri. Terus terang, kami amat terbantu dengan hadirnya lulusan ATMI di sini."

    wardiman-djojonegoro

    Wardiman Djojonegoro - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan VI Republik Indonesia

    "Tiga hal yang membuat saya bangga pada ATMI; pertama, ATMI mengajar dengan betul. Standar kurikulum dilaksanakan dengan bagus dan di atas rata-rata. Kedua, ATMI mengajar bukan eksotik. Maksud eksotik adalah, terdengar bagus, ceritanya bagus, tapi muridnya tidak berguna. Ketiga, ATMI sudah melaksanakan Link and Match. ATMI sangat membuat saya bangga, apalagi kalau dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang terlalu birokratis, hanya mengikuti petunjuk, tidak berusaha mengembangkan diri."

     

    Contact

    Politeknik ATMI Surakarta

    Kampus I (Kampus Utama)
    Jl. Adisucipto/ Jl. Mojo No. 1, Karangasem, Laweyan, Surakarta 57102.
    PO BOX 215
    Telepon: 0271-714466
    Fax: 0271-714390

    Kampus II ( International Campus )
    Jl. Adisucipto Km 9.5, Blulukan, Colomadu, Surakarta
    Telepon: 0271-7686218

    E-Mail :

    Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


    Lihat Peta ATMI Lebih Detail

     

    Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 institusi pendidikan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi